PSGA - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menggelar seminar bertajuk Membangun Komunitas untuk Mendukung Kesetaraan Gender pada Anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh mahasiswa PG PAUD semester 4, 6, dan 8.

Seminar dibuka oleh Direktur Lembaga AIK, Sukisno, M.Pd., yang dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama yang baik dalam meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender pada anak. Ketua PSGA UM Kuningan, Dr. Erik, M.Pd., menegaskan bahwa diskusi rutin seperti ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki kepedulian terhadap isu kesetaraan gender dan anak guna menambah wawasan sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya isu tersebut.

Seminar menghadirkan narasumber Vera Verawati, Ketua TBM Pondok Kata RZ Kuningan, Jawa Barat. Dalam pemaparannya, ia membahas peran guru dan orang tua dalam mengenalkan konsep kesetaraan gender kepada anak sejak dini. Menurutnya, pengenalan konsep ini menjadi bekal berharga bagi calon pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Seminar juga membahas tiga komponen utama dalam mendukung kesetaraan gender, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan. Keluarga memiliki peran utama dalam mengajarkan konsep kesetaraan sejak dini, sekolah menjadi tempat anak mendapatkan dukungan dari guru dan teman sebaya tanpa diskriminasi, serta lingkungan yang menyediakan ruang bermain bersama tanpa membedakan gender.

Vera Verawati menekankan bahwa orang tua memiliki peran dominan dalam membentuk pola pikir anak. Anak cenderung meniru apa yang mereka amati dari lingkungan sekitarnya, sehingga perilaku positif yang dilakukan secara berulang dapat menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender sejak dini.

Selain itu, seminar ini juga memberikan tips dalam menyikapi keberagaman karakter anak guna mencapai tujuan utama dalam mengenalkan kesetaraan gender tanpa membuat anak merasa terdiskriminasi. Dengan adanya seminar ini, diharapkan peserta dapat lebih memahami pentingnya peran komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesetaraan gender bagi anak-anak. (vr)